mystery machine

May 12, 2006

Filed under: Tips & Trik, Bengkel, Modifikasi - mysterymachine @ 9:42 am

Panduan Mengendarai Motor Berboncengan

Filed under: Tips & Trik - mysterymachine @ 7:17 am

Pertimbangan Legal
1. Seluruh hukum yang berlaku mengenai ketentuan berkendara dengan penumpang harus dipatuhi.
2. Beberapa negara bagian mempunyai aturan perlengkapan khusus yang harus dipatuhi. Misalnya: motor harus mempunyai pijakan kaki penumpang, penumpang harus bisa mencapai pijakan kaki, dan motor harus mempunyai area tersendiri untuk penumpang.
3. Keputusan membawa anak kecil, dengan asumsi bahwa semua faktor legal dan keamanan telah dipenuhi, diserahkan bagi orang tua atau penjaganya. Yakinkan bahwa anak-anak telah cukup matang untuk mengerti tanggung jawabnya, cukup tinggi untuk mencapai pijakan kaki, mengenakan helm yang dipakai dengan benar dan peralatan pengaman lainnya, dan berpegangan ke tempat pegangan penumpang. Cek hukum yang berlaku, beberapa negara menentukan umur minimal untuk penumpang motor.

Persiapan Pengendara
1. Penumpang harus dianggap sebagai pengendara ‘aktif’ kedua sehingga mereka dapat membantu mengingatkan apakah keselamatan dan prosedur pengoperasian telah diikuti dengan baik.
2. Penumpang akan mempengaruhi karakteristik pengendalian motor sebagai akibat dari beban tambahan dan adanya pergerakan tambahan.
3. Penumpang berpotensi bergerak kedepan ketika berhenti mendadak, dan helm penumpang mungkin akan membentur helm Anda.
4. Ketika mulai bergerak dalam posisi diam mungkin membutuhkan bukaan gas lebih besar dan penyesuaian kopling.
5. Efek pengereman mungkin akan terpengaruh. Mengeremlah lebih awal, mungkin diperlukan pengereman lebih dalam untuk menghentikan kendaraan.
6. Beban di roda belakang membantu menaikkan efektivitas dan tenaga pengereman dari rem belakang, terutama dalam kondisi yang mengharuskan berhenti mendadak.
7. Mengendarai di jalan menurun akan berakibat jarak pengereman menjadi lebih jauh.
8. Berikan perhatian lebih ketika di tikungan karena beban yang bertambah.
9. Sudut ketika menikung mungkin akan berubah.
10. Mendahului dalam keadaan berboncengan membutuhkan ruang dan waktu yang lebih besar.
11. Efek hembusan angin, terutama angin dari samping akan lebih terasa.

Persiapan Motor
1. Motor harus didesain untuk memuat penumpang.
2. Perhatikan buku panduan kendaraan bermotor pada bagian tips seting motor dan rekomendasi operasional yang lain.
3. Suspensi dan tekanan ban mungkin membutuhkan penyesuaian.
4. Perhatikan agar tidak melewati batas berat yang telah ditetapkan.

Persiapan bagi penumpang
1. Penumpang harus cukup tinggi untuk mencapai pijakan kaki dan cukup dewasa untuk mengerti tanggung jawabnya sebagai penumpang.
2. Penumpang harus mengenakan pakaian pengaman yang sesuai.
3. Penumpang harus menerima briefing keamanan (lihat #7 di bawah).
4. Penumpang harus memperhatikan bahwa dirinya merupakan pengendara kedua dan berbagi tanggung jawab terhadap keselamatan bersama.

Pertimbangan Mengenai Keselamatan Secara Umum
1. Anda harus cukup berpengalaman dalam berkendara dan mempunyai perilaku yang mengacu kepada keselamatan berkendara sebelum mengemban tugas ekstra dengan membawa penumpang.
2. Praktekkan kontrol kopling/gas dalam kecepatan rendah seperti dalam situasi normal dan ketika harus berhenti secara mendadak dalam area yang aman seperti tempat parkir terbuka dengan penumpang.
3. Ekstra waspada ketika menikung. Kembangkan keahlian menikung setiap waktu agar Anda dapat memastikan bahwa penumpang merasa nyaman dan aman.
4. Ekstra waspada ketika menikung karena clearance akan berubah.
5. Gunakan strategi Search, Evaluate, Execute (S.E.E) agar Anda berada dalam level keselamatan yang tinggi
6. Berikan waktu penumpang untuk menyesuaikan diri terhadap kecepatan serta posisi condongnya badan; kecepatan harus cukup aman konservatif sampai penumpang terbiasa dengan teknik berkendara yang dilakukan.
7. Yakinkan penumpang mengikuti prosedur keselamatan:
- Menggunakan pakaian keselamatan secara lengkap dan baik.
- Berpegangan pada pinggang atau pegangan penumpang yang disediakan.
- Posisikan kaki pada pijakan, bahkan ketika kendaraan berhenti.
- Jauhkan tangan dan kaki dari bagian yang panas atau bergerak.
- Ketika menikung, lihat kedepan melalui pundak pengendara ke arah tikungan.
- Hindari gerakan memutar atau gerakan tiba-tiba yang bisa mempengaruhi pengendalian.
- Ketika melalui rintangan, berdiri dengan posisi lutut ditekuk dan biarkan kaki untuk meredam efek guncangan yang terjadi.
8. Persiapkan waktu lebih ketika mendahului kendaraan lain.
9. Bersiaplah untuk efek angin yang timbul.
10. Hindari kecepatan tinggi dan zig-zag.
11. Persiapkan terhadap kemungkinan benturan helm dari belakang ketika berhenti mendadak.
12. Hidupkan motor sebelum penumpang naik.
13. Naikkan penumpang setelah motor diturunkan dari standar, dan motor telah terpegang kokoh.
14. Ikuti Pelatihan Berkendara Dengan Penumpang.
15. Penumpang mengikuti Pelatihan Berkendara Dasar sehingga memahami tugas pengendara.

Pahami Arti Kode Rantai

Filed under: Tips & Trik - mysterymachine @ 7:05 am

Tanpa sadar, kita sering menyebut rantai ukuran 415, 420, 428, 520 dan sebagainya. Apa sih artinya? “Kode itu menyatakan ukuran rantai,” cegat Agung Putranto wakil dari PT FSCM (Federal Superior Chain Manufacturing), produsen rantai merek Federal yang setara DID Jepang itu.

Sambil memandu Em-Plus memantau proses pembuatan rantai Agung menjelaskan. Ambil contoh 420. Angka 4 menyatakan jarak antar pin rantai. Biar gampang dilambangkan dengan huruf A.

Besarnya A adalah 1/8 inci. Mencarinya sebagai berikut; A/8 atau 4/8 inci. Kalau mau dalam satuan mm tinggal dikalikan 25,4 mm. Jadi 4/8 x 25,4 mm = 12,7 mm. Jadi jarak antar pin rantai 12,7 mm itu.

Terus dua angka di belakang yaitu 20. Itu menyatakan lebar antara pelat dalam kiri-kanan rantai. “Konversinya harus lihat tabel. Seperti kode 20 sama dengan 6,25,” jelas Agung yang bekerja di bagian Quality Assurance & Quality Inspectiion Sect. Head.

Lebih jelas semuanya sih enak lihat tabel. Contoh lain rantai 520. Jarak antar pin dari kode 5 yaitu 15,875 mm dan lebar antar pelat dari kode 20 yaitu 6,25. Kan gampang.

Lalu ada istilah lagi seperti 428H. Apa artinya kode H. Itu artinya hard atau keras. Terdapat pada rantai Honda GL-Pro atau GL-Max. “Ukurannya sih sama dengan rantai 428 biasa. Bedanya pelat rantai lebih tebal,” ucap Agung sambil senyum.

Sumber: M+

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Alex King